7 Manfaat Kesehatan dari Mangga

Rasa manis asam mangga yang menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya hidangan rujak. Ngerujak memang tidak akan terasa nikmat kalau tidak ada kehadiran si kuning masam. woi… kamu sudah tahu belum 7 Manfaat Kesehatan dari Mangga buat kesehatan? yuk kita lihat apa aja.

Nutrisi yang terkandung dalam mangga

Satu cangkir daging mangga potong dadu berisi:

100 kalori
1 gram protein
0,5 gram lemak
25 gram karbohidrat (24 gram gula dan 3 gram serat)
100 persen dari kebutuhan harian akan vitamin C
35 persen vitamin A
20 persen folat
10 persen vitamin B-6
8 persen vitamin K dan kalium
Buah asam manis ini juga mengandung tembaga (copper), kalsium, zat besi, serta antioksidan seperti zeaxanthin dan betakaroten.

Manfaat buah mangga yang baik untuk kesehatan:

1. Menjaga kesehatan rambut dan kulit

Dalam sebuah penelitian pada hewan, kekurangan vitamin A berisiko mengalami kerontokan rambut yang cukup parah. Ini karena vitamin A merupakan zat penting untuk menjaga kesehatan jaringan epitel yang ada di kulit dan rambut agar menjaga keduanya tetap lembap dan sehat.
Selain itu, makan seporsi buah kuning juga dapat memenuhi sekitar 75% asupan vitamin C harian tubuh.
Kombinasi vitamin A dan C diperlukan tubuh untuk menghasilkan kolagen. Kolagen adalah protein khusus yang memberikan serta menjaga elastisitas kulit guna mencegah kulit berkeriput dan mengendur sebelum waktunya.

2. Menurunkan tekanan darah

Makan makanan manis sering menjadi penyebab gula darah naik. Namun setelah tim peneliti Oklahoma State University mengamati efek buah mangga pada orang dengan berat badan berlebih, kadar gula darah mereka menurun cukup drastis dibanding waktu sebelum ikut penelitian.
Para partisipan ini diminta untuk rutin makan 10 gram mangga kering setiap hari, yang kadar gulanya setara dengan sekitar setengah mangga segar.
Penurunan kadar gula darah ini diduga menjadi efek dari senyawa aktif dan antioksidan khusus dalam buah tersebut.

3. Menjaga kesehatan mata

Lutein dan zeaxanthin adalah dua antioksidan yang paling banyak ditemukan dalam buah mangga. Keduanya dilaporkan dapat membantu melindungi fungsi retina dan lensa mata.
Fungsi retina dan lensa mata yang berjalan baik dapat meningkatkan ketajaman penglihatan, mengurangi efek silau mata yang tidak nyaman, serta mengurangi waktu yang dibutuhkan mata untuk pulih sehabis melihat cahaya terang.
Zat lutein dan zeaxanthin juga bekerja melindungi mata dari sinar ultraviolet yang berbahaya, dan memperlambat perkembangan katarak serta bahaya degenerasi makula.

4. Mencegah kanker

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Texas AgriLife Research diketahui bahwa ekstrak polifenol mangga dapat mencegah perkembangan sel kanker pada usus besar, payudara, paru-paru, leukemia, dan jaringan prostat. Buah ini terbukti paling efektif mencegah risiko kanker payudara dan usus besar.
Kandungan antioksidan pencegah kanker ternyata juga ditemukan pada kulitnya. Penelitian dari Malaysia menunjukkan bahwa kulit mangga mengandung zat polifenol, karotenoid, serat makanan, vitamin C, vitamin E dan berbagai senyawa aktif lainnya yang berpotensi sebagai terapi antikanker yang lebih kuat daripada daging buahnya sendiri.

5. Meredakan sembelit

Dalam sebuah studi yang meneliti orang dengan sembelit kronis, makan buah ini ternyata lebih membantu daripada makan makanan berserat seperti gandum.
Penting untuk dicatat bahwa mangga adalah makanan utama dari diet FODMAP. Diet ini adalah diet yang menghindari makanan yang dapat memicu gas dan kembung pada orang IBS.

6. Membantu mencegah sakit jantung

Kandungan serat, kalium dan vitamin pada buah ini sudah lama diketahui dapat menangkal penyakit atau masalah pada jantung. Pasalnya, kenaikan asupan kalium akan sebanding pula dengan penurunan zat sodium dalam tubuh.
Nah jika Anda mengonsumsi cukup asupan buah manis ini dalam sehari, hal ini sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko terjadinya masalah penyakit jantung.

7. Membantu menurunkan berat badan

Apabila buah mangga dimakan dalam jumlah cukup dan tidak berlebihan, ini bermanfaat untuk menurunkan berat badan, lho! Sebab kulit buah kuning ini mengandung zat fitokimia yang juga berfungsi sebagai penghilang lemak alami.
Sedangkan dagingnya mengandung banyak serat yang bisa memunculkan perasaan kenyang lebih lama. Saat makan buah atau sayuran berserat tinggi, Anda tidak akan merasa cepat kelaparan. Itu kenapa makan makanan berserat tinggi bisa mencegah Anda makan makanan berlebih yang malah bisa bikin berat badan susah turunnya.

5 Manfaat Tempe Bagi Kesehatan

Tempe adalah makanan yang pasti tidak asing di mata, telinga, lidah, hidung, dan kulit kita. Makanan fermentasi dari kacang kedelai ini telah menemani hidup kita sebagai orang Indonesia. Rasa khas dari tempe dan struktur yang sangat berbeda dari tahu ini tidak hanya murah dan bikin ketagihan, tapi banyak hal yang bisa bikin kamu tercengang mendengarkan info nutrisi 5 Manfaat Tempe Bagi Kesehatan.

Kandungan nutrisi dalam tempe

Tempe atau dalam bahasa Inggris “tempeh” ternyata banyak diteliti kandungannya tidak hanya oleh orang Indonesia, tapi bahkan bule di luar sana. Banyaknya makanan tradisional yang mengalami fermentasi tidak menurunkan citra tempe sebagai produk yang paling diterima dan diteliti (Hachmeister & Fung, 2008). Menurut Hermana, Mien Karmini, dan Darwin Karyadi (1996), berikut adalah perbandingan gizi antara tempe dan daging dalam 100 gram penyajian:

Manfaat tempe bagi tubuh kita:

1. Sumber protein yang lebih kaya dibanding daging

Bisa dilihat bahwa kandungan protein pada tempe dapat disetarakan dengan kandungan dalam daging, malah lebih banyak mengandung protein. Kandungan nutrisi pada tempe terbukti kualitasnya lebih baik dibandingkan kedelai, karena kadar protein yang larut dalam air akan mengakibatkan meningkatnya aktivitas enzim proteolitik (Widianarko, 2002). Enzim proteolitik dapat memecahkan rantai panjang protein menjadi zat yang dapt dicerna oleh tubuh.

Selain itu, tempe mengandung lemak yang lebih sedikit, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, besi, tiamin, riboflavin, niacin, asam pantotenat, piridoksin, biotin, vitamin B12, dan akt retinol yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan daging.

2. Sumber kalsium yang setara dengan susu sapi

Penelitian yang dilakukan peneliti dari Kuala Lumpur, Malaysia, mengemukakan hal yang menakjubkan dari penelitian tentang tempe ini. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kalsium yang ada dalam empat potong tempe dapat disandingkan dengan susu sapi.

3. Satu-satunya sumber vitamin B12 dari nabati

Tempe mengandung 1.7 µg atau 0.0017 mg vitamin B12 yang menjadikan tempe adalah satu-satunya sumber vitamin B12 pada sumber nabati. Kandungan ini cukup untuk seseorang setiap harinya. Sekarang para vegetarian dan vegan tidak perlu takut untuk kehilangan vitamin B12 yang jika kekurangan dapat menyebabkan pusing, lemas, lekas lelah, kulit menguning, dll.

4. Sebagai antioksidan

Tidak hanya memiliki kandungan nutrisi yang dapat memenuhi kebutuhan tubuh sehari-hari, tempe mengandung antioksidan (György, Murata, Ikehata, 1964). Pada tikus yang menjadi objek percobaan, tikus menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dan perlawanan yang lebih terhadap hemolisis sel darah merah dibandingkan dengan tikus yang diberi makan keledai rebus biasa. Hemolisis sel darah merah ini menandakan kurangnya vitamin E. Vitamin E terbukti sebagai zat antioksidan alami (György, Rose, Ann, 1949; Rose, György, Blood, 1950).

5. Sehat untuk bayi dan Anda yang sedang diet

Dengan kandungan nutrisi yang ada pada tempe, tidak hanya bagi vegetarian dan vegan, tempe juga baik dikonsumsi sebagai Makanan Pendamping Asi (MPASI) dan cocok untuk dikonsumi Anda yang sedang dalam upaya penuruna berat badan.